Current Promotion

Mengapa kita Cegukan

Tanggal : 26 Desember 2016 Lokasi : Jakarta
*) Klik gambar untuk melihat lebih besar

Mengapa kita Cegukan

Tanggal : 26 Desember 2016 Lokasi : Jakarta

Cegukan atau singultus merupakan kondisi umum yang dapat dialami oleh semua orang, mulai dari bayi hingga dewasa. Kondisi yang ditandai dengan suara “hik” ini terjadi ketika diafragma, atau membran otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi. Tiap kontraksi pada organ yang juga memiliki peran penting dalam pernapasan tersebut akan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba sehingga menghasilkan suara khas cegukan.

Pemicu cegukan

Sebagian besar cegukan berlangsung singkat atau hanya beberapa menit. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Cegukan singkat ini diduga terpicu oleh beberapa hal, di antaranya akibat:

  1. Minuman panas
  2. Minuman bersoda
  3. Minuman beralkohol
  4. Mengonsumsi makanan pedas
  5. Makan terlalu cepat
  6. Merokok
  7. Stres, takut, atau gembira
  8. Perut yang kembung

Namun dalam beberapa kasus, cegukan juga ada yang bisa berlangsung lama, yaitu lebih dari dua hari. Biasanya cegukan seperti ini disebabkan oleh masalah kesehatan atau kondisi-kondisi yang mendasari, seperti:

  1. Gangguan metabolisme, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dan diabetes.
  2. Gangguan saraf vagus, misalnya akibat meningitis, faringitis, dan penyakit gondok.
  3. Gangguan sistem saraf, seperti cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor, dan stroke.
  4. Gangguan pernapasan, seperti penyakit pleuritis,pneumonia, dan asma.
  5. Reaksi psikologi, seperti stres, gembira, sedih, takut, atau syok.
  6. Gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus, radang usus, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Cegukan yang berlangsung lama juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan.

  1. Obat-obatan kemoterapi untuk penanganan kanker.
  2. Obat golongan opioid atau pereda nyeri, seperti metadon dan morfin.
  3. Benzodiazepine atau obat penenang untuk mengatasi kecemasan.
  4. Anastesi atau obat bius praoperasi.
  5. Methyldopa,yaitu obat untuk hipertensi.
  6. Barbiturate, yaitu obat pencegah kejang.
  7. Kortikosteroid,yaitu obat untuk mengatasi pembengkakan dan radang.

Temuilah dokter jika Anda mengalami cegukan lebih dari dua hari. Dikhawatirkan cegukan yang berlangsung lama tersebut menjadi gejala bahwa Anda menderita suatu kondisi serius.

Diagnosis cegukan

Dalam mendiagnosis cegukan yang berlangsung lama, sejumlah tes mungkin akan dilakukan oleh dokter, di antaranya:

  1. Endoskopi. Pemeriksaan dengan menggunakan selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan pencernaan, misalnya penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus (GERD)
  2. Elektrokardiogram (ECG). Pemeriksaan dengan mengukur aktivitas elektrik di dalam jantung ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan jantung.
  3. Pemindaian sinar-X, pemindaian dengan tomografi terkomputerisasi atau CT scan, dan pemindaian dengan resonansi magnetik atau MRI. Salah satu dari ketiga pemindaian ini bisa dilakukan jika dokter menduga cegukan disebabkan oleh infeksi atau tumor.
  4. Pemeriksaan darah. Tes ini dilakukan jika cegukan diduga disebabkan oleh gangguan hati, ginjal, atau diabetes.

Pengobatan cegukan

Jika cegukan bukan disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau reaksi obat-obatan, maka cegukan tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya tanpa harus diberi obat. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menghentikan cegukan lebih cepat, meski cara-cara ini belum terbukti secara medis.

  1. Lakukan posisi telungkup untuk menekan dada Anda ke lantai.
  2. Berbaring atau duduk sambil menarik kedua lutut hingga menyentuh dada.
  3. Bernapas di dalam kantung yang terbuat dari kertas.
  4. Mengecap cuka.
  5. Menelan gula pasir.
  6. Menggigit lemon.
  7. Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.
  8. Minum air dingin secara perlahan-lahan.

Jika cegukan disebabkan oleh suatu masalah kesehatan atau akibat reaksi obat-obatan yang dikonsumsi, maka cegukan baru dapat dihentikan setelah hal-hal tersebut diatasi. Contohnya jika asma menjadi penyebab cegukan, maka asma tersebut harus ditangani terlebih dahulu. Jika cegukan terjadi akibat reaksi penggunaan suatu obat, maka biasanya dokter akan menyesuaikan dosis obat tersebut atau bahkan menggantinya dengan obat lain yang tidak menyebabkan efek samping cegukan.

Pengobatan cegukan yang tidak diketahui penyebabnya

Jika cegukan sudah berlangsung lama dan tidak diketahui penyebabnya, meski pemeriksaan telah dilakukan, maka ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi cegukan tersebut, di antaranya:

  1. Gaapentin
  2. Metoclopramide
  3. Baclofen
  4. Haloperidol
  5. Chorpromazine

Periksakan cegukan yang Anda alami jika tidak membaik dalam waktu 48 jam.Cegukan atau singultus merupakan kondisi umum yang dapat dialami oleh semua orang, mulai dari bayi hingga dewasa. Kondisi yang ditandai dengan suara “hik” ini terjadi ketika diafragma, atau membran otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, mengalami kontraksi. Tiap kontraksi pada organ yang juga memiliki peran penting dalam pernapasan tersebut akan mengakibatkan pita suara menutup tiba-tiba sehingga menghasilkan suara khas cegukan.

Pemicu cegukan

Sebagian besar cegukan berlangsung singkat atau hanya beberapa menit. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Cegukan singkat ini diduga terpicu oleh beberapa hal, di antaranya akibat:

  1. Minuman panas
  2. Minuman bersoda
  3. Minuman beralkohol
  4. Mengonsumsi makanan pedas
  5. Makan terlalu cepat
  6. Merokok
  7. Stres, takut, atau gembira
  8. Perut yang kembung

Namun dalam beberapa kasus, cegukan juga ada yang bisa berlangsung lama, yaitu lebih dari dua hari. Biasanya cegukan seperti ini disebabkan oleh masalah kesehatan atau kondisi-kondisi yang mendasari, seperti:

  1. Gangguan metabolisme, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, dan diabetes.
  2. Gangguan saraf vagus, misalnya akibat meningitis, faringitis, dan penyakit gondok.
  3. Gangguan sistem saraf, seperti cedera berat pada otak, radang jaringan otak atau ensefalitis, tumor, dan stroke.
  4. Gangguan pernapasan, seperti penyakit pleuritis, pneumonia, dan asma.
  5. Reaksi psikologi, seperti stres, gembira, sedih, takut, atau syok.
  6. Gangguan pencernaan, seperti obstruksi usus, radang usus, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD).

Cegukan yang berlangsung lama juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan.

  1. Obat-obatan kemoterapi untuk penanganan kanker.
  2. Obat golongan opioid atau pereda nyeri, seperti metadon dan morfin.
  3. Benzodiazepine atau obat penenang untuk mengatasi kecemasan.
  4. Anastesi atau obat bius praoperasi.
  5. Methyldopa,yaitu obat untuk hipertensi.
  6. Barbiturate, yaitu obat pencegah kejang.
  7. Kortikosteroid,yaitu obat untuk mengatasi pembengkakan dan radang.

Temuilah dokter jika Anda mengalami cegukan lebih dari dua hari. Dikhawatirkan cegukan yang berlangsung lama tersebut menjadi gejala bahwa Anda menderita suatu kondisi serius.

Diagnosis cegukan

Dalam mendiagnosis cegukan yang berlangsung lama, sejumlah tes mungkin akan dilakukan oleh dokter, di antaranya:

  1. Endoskopi. Pemeriksaan dengan menggunakan selang kecil yang dilengkapi lampu dan kamera ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan pencernaan, misalnya penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus (GERD)
  2. Elektrokardiogram (ECG). Pemeriksaan dengan mengukur aktivitas elektrik di dalam jantung ini dilakukan jika cegukan diduga berkaitan dengan gangguan jantung.
  3. Pemindaian sinar-X, pemindaian dengan tomografi terkomputerisasi atau CT scan, dan pemindaian dengan resonansi magnetik atau MRI. Salah satu dari ketiga pemindaian ini bisa dilakukan jika dokter menduga cegukan disebabkan oleh infeksi atau tumor.
  4. Pemeriksaan darah. Tes ini dilakukan jika cegukan diduga disebabkan oleh gangguan hati, ginjal, atau diabetes.

Pengobatan cegukan

Jika cegukan bukan disebabkan oleh kondisi yang mendasari atau reaksi obat-obatan, maka cegukan tersebut biasanya akan reda dengan sendirinya tanpa harus diberi obat. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menghentikan cegukan lebih cepat, meski cara-cara ini belum terbukti secara medis.

  1. Lakukan posisi telungkup untuk menekan dada Anda ke lantai.
  2. Berbaring atau duduk sambil menarik kedua lutut hingga menyentuh dada.
  3. Bernapas di dalam kantung yang terbuat dari kertas.
  4. Mengecap cuka.
  5. Menelan gula pasir.
  6. Menggigit lemon.
  7. Menahan napas dalam waktu yang relatif singkat.
  8. Minum air dingin secara perlahan-lahan.

Jika cegukan disebabkan oleh suatu masalah kesehatan atau akibat reaksi obat-obatan yang dikonsumsi, maka cegukan baru dapat dihentikan setelah hal-hal tersebut diatasi. Contohnya jika asma menjadi penyebab cegukan, maka asma tersebut harus ditangani terlebih dahulu. Jika cegukan terjadi akibat reaksi penggunaan suatu obat, maka biasanya dokter akan menyesuaikan dosis obat tersebut atau bahkan menggantinya dengan obat lain yang tidak menyebabkan efek samping cegukan.

Pengobatan cegukan yang tidak diketahui penyebabnya

Jika cegukan sudah berlangsung lama dan tidak diketahui penyebabnya, meski pemeriksaan telah dilakukan, maka ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi cegukan tersebut, di antaranya:

  1. Gabapentin
  2. Metoclopramide
  3. Baclofen
  4. Haloperidol
  5. Chlorpromazine

Periksakan cegukan yang Anda alami jika tidak membaik dalam waktu 48 jam.

 

Source://aladokter.com

Promo Lainya

Resep Rolade Tahu Ayam

18 Agustus 2017 Jakarta

Bosan dengan tahu yang di goreng dadakan? Yuks cobain rolade tahu ayam, sensasi baru makan tahu, simak resepnya : Bahan-bahan 3 porsi 3 tahu puti...

Langkah Membersihkan Kulkas

16 Agustus 2017 Jakarta

Lemari pendingin atau kulkas merupakan salah satu tempat yang berpotensi menyimpan banyak kuman di rumah. Kulkas sebaiknya dibersihkan minimal satu bu...

Cucian Numpuk Ini Solusinya

15 Agustus 2017 Jakarta

Akhir pekan biasanya selalu diakhiri dengan cucian yang menumpuk. Terutama bila Anda menghabiskannya dengan beraktivitas di luar rumah, apalagi jika d...

Tips Merawat Dispenser

14 Agustus 2017 Jakarta

Anda yang menggantungkan pada ketersediaan air minum pada air minum kemasan dalam galon biasanya memiliki water dispenser untuk memudahkan Anda mengam...

Manfaat Kurma untuk Kesehatan Rambut dan Kulit

12 Agustus 2017 Jakarta

Kurma merupakan buah favorit yang banyak dikonsumsi pada bulan Ramadan. Tapi tahukah Anda, ternyata buah manis ini tidak hanya sekadar kaya asupan giz...

Tips Menumis dan Memasak Sayuran di Magicom atau Supercom Sanken

12 Agustus 2017 Jakarta

Untuk menumis sayuran di magicom atau supercom sebaiknya simak beberapa tips berikut : Untuk menumis perlu dilakukan saklar cook terus-menerus untu...

Mengapa Stainless Steel Tidak Berkarat

19 Juli 2017 Jakarta

Stainless Steel dapat bertahan dari serangan karat berkat interaksi bahan-bahan campurannya dengan alam. Stianless steel terdiri dari besi, krom, mang...

Supercom Sanken, Masak Jadi Mudah Buat Semua

19 Juli 2017 Jakarta

Sudah tahu jika Supercom Sanken juga bisa digunakan untuk menggoreng? Jika belum, mari mengenal Supercom Sanken lebih detail lagi. Supercom Sanken ...